Jumat, 14 Oktober 2011

Acara Tahunan di Jepang

Klo qta baca manga, pasti banyak nemuin hari-hari libur atau perayaan yang ga ada di negara qta Indonesia..dan pastinya bikin penasaran, sebenernya apa aja sih hari-hari besar di Jepang..yuk qta ulas disini..

JANUARI

  • Tanggal 1 --> Tahun Baru (Oshugatsu)
    Perayaan dimulainya tahun yang baru. Orang-orang pergi ke kuil Shinto dan Budha demi keselamatan dan kebahagiaan mereka di tahun berikutnya. Kartu pos tahun baru (Nengajou) diterima pada tanggal 1 Januari, dirayakan dari tanggal 1-3 Januari. Makanan khas yang disajikan pada tahun baru disebut Osechi Ryori.
  • Tanggal 7 --> Nana Kusa Gayu (Bubur 7 rumput)
    Pada 7 Januari ada kebiasaan makan bubur yang dibuat dari “Haru no Nana Kusa” (7 rumput musim semi) misalnya Seri (seledri), Suzushiro (lobak), dll.
    Karena menurut cerita kalau makan bubur pada hari ini bisa dijauhkan dari bermacam-macam penyakit.
  • Tanggal 11 --> Kagami-biraki
    “Kagami Biraki” adalah acara makan mochi yang diturunkan dari hiasan toko no ma (ruangan yang terdapat di dinding sebagai tempat meletakkan Ikebana dll) pada tanggal 11 Januari.
    Karena “Kagami-mochi” merupakan benda pembawa keberuntungan, maka tidak boleh dibelah dengan pisau, melainkan dibelah dengan tangan atau palu kayu.
  • Hari Senin Minggu ke 2 --> Seijin-shiki (Hari Kedewasaan/ Coming Age)
    Upacara khusus di seluruh Jepang bagi orang-orang yang mencapai usia 20 tahun, untuk menegaskan bahwa mereka telah menjadi dewasa dan mendorong mereka untuk bersikap mandiri.


FEBRUARI
  • Tanggal 3 atau 4 --> Setsubun
    “Setsubun” sebenarnya berarti pembatas musim, tapi saat ini khususnya kira-kira tanggal 3 Februari sebelum mulainya musim semi saja yang disebut “setsubun” (berdasarkan kalender kuno Jepang)
    Saat sore pada hari ini, orang-orang meneriakkan “Oni wa soto! Fuku wa uchi! (Nasib buruk/ setan di luar! Nasib baik di dalam!)” sambil menebar kedelai yang disangrai.
    Ada juga kebiasaan makan kedelai sejumlah umur orang yang memakannya, untuk mendoakan kesehatan di tahun ini.
  • Tanggal 11 --> Hari pembentukan negara
    Memperingati pembentukan negara dan bertujuan untuk membina rasa cinta rakyat terhadap negaranya.
MARET
  • Tanggal 3 --> Hinamatsuri (Festival Boneka atau Festival Anak Perempuan)
    “Hinamatsuri” adalah acara permohonan untuk pertumbuhan dan keselamatan anak perempuan.  Banyak keluarga yang mempunyai gadis cilik memajang rak boneka yangmenampilkan seperangkat boneka yang berkostum ala bangsawan kuno Hinaningyou), bersama dengan bunga persik. Pada hari ini disajikan makanan kecil yang disebut arare yang dibuat dari beras dan minuman amasake, minuman dari beras yang difermentasi tapi tidak beralkohol.
  • Sebelum dan Sesudah Tanggal 20 --> Haru No Higan ("Higan" di musim Semi atau Vernal Equinox day)
    “Higan” tiap tahun berbeda tapi umumnya terdiri dari 7 hari, 3 hari sebelum dan 3 hari sesudah “Shunbun no hi” dan saat “Shunbun no hi” itu sendiri yaitu tanggal 20 atau 21 Maret (Hari ketika siang dan malam sama lamanya, tatkala matahari pas melintasi ekuator).
    “Higan” adalah kata yang diambil dari agama Budha yang berarti sisi sungai yang diseberangi oleh orang yang meninggal.
    “Higan” dikatakan adalah hari terhubungnya dunia tempat tinggal leluhur dan dunia tempat tinggal orang yang masih hidup.
    “Higan” di musim semi dikatakan adalah hari untuk menyayangi makhluk hidup dan menghormati alam.
ANTARA MARET-APRIL
  • Hanami
    “Hanami” adalah kebiasaan menyenangkan menanti datangnya musim semi. Yaitu dengan keluar ke taman atau tempat terbuka lain bersama keluarga, teman kerja, teman lalu minum alkohol dibawah pohon sakura.
    Sambil bernyanyi dan melakukan kegiatan lain sembari menikmati bunga sakura yang telah mekar penuh.
APRIL
  • Tanggal 29 --> Green Day (Hari Hijau)
    Hari libur nasional ini mendorong rakyat untuk menikmati dan menghormati alam. Hingga tahun 1988 hari ini dirayakan sebagai hari ulang tahun Kaisar Showa, yang suka menanam pepohonan.
MEI
  • Tanggal 3 --> Hari Konstitusi
    Rakyat memperingati berlakunya Konstitusi Jepang dan mengharapkan majunya pembangunan negara.
  • Tanggal 5 --> Kodomo No Hi (Hari Anak- Anak)
    Nama tradisional untuk hari ini adalah Tanggo no Sekku dan di masa lampau, pada hari ini orang-orang melakukan acara pengusiran roh-roh jahat dengan bunga iris. Belakangan, hari ini menjadi hari untuk mendoakan pertumbuhan anak laki-laki, yang kemudian menjadi hari raya bagi semua anak. Tetapi bagi rumah yang memiliki anak laku-laki, mereka akan memajang boneka samurai atau replika baju perang dengan topi kabuto dan memasang umbul-umbul ikan koi (Koinobori). Ikan Koi adalah ikan yang dapat berenang melawan arus deras, karena itu diharapkan anak laki-laki tersebut menjadi anak yang kuat, percaya diri dan sukses.
  • Hari Minggu ke-dua --> Hari Ibu
    Hari menyatakan rasa terima kasih kepada para ibu, umumnya ditandai dengan memberikan bunga Carnation
JUNI
  • Hari Minggu ke-tiga --> Hari Ayah
    Hari menyatakan rasa terima kasih kepada para ayah.
JULI
  • Tanggal 7 --> Tanabata (Festival Bintang)
    Festival ini mencampur sebuah legenda Cina dengan kepercayaan kuno Jepang mengenai dua buah bintang yang terletak di kedua ujung Bimasakti yaitu Bintang Altair (si Pengembala) dan Bintang Vega (si Penenun). Mereka dihukum oleh Raja Dewa karena terlalu banyak bermain sehingga hanya dapat bertemu satu tahun sekali yaitu pada 7 Juli.
    Orang-orang menuliskan keinginan pada sebuah kertas warna dan menggantungkannya di pohon bambu. Harapan mereka dipercaya akan terkabul apabila pada hari itu hujan tidak turun.
  • Senin ke-tiga --> Hari Laut
    Hari untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas anugerah laut serta harapan akan kemakmuran Jepang yang merupakan sebuah negeri laut.
  • Kira- kira 20 Juli --> Doyou No Ushi No Hi
    Dikatakan “Doyou no ushi no hi) adalah hari terpanas dalam satu tahun. Untuk mengatasi panasnya hari itu ada kebiasaan makan “Usagi no Kabayaki” (belut bakar dengan saus asam manis).
AGUSTUS
  • Pertengahan Agustus --> Obon (Festival 'Bon')
    Sebuah event Budhis yang diadakan pada tanggal 13-15 Juli atau dalam bulan Agustus (tergantung daerah). Festival ini dipersembahkan bagi arwah para leluhur. Dipercaya bahwa pada hari-hari ini arwah mereka akan pulang ke rumah. Untuk itu mereka akan memasang penerangan dan api selamat datang di pintu depan rumah untuk mengarahkan arwah-arwah tersebut ke rumah, memasang lentera di dalam, membersihkan altar rumah, menyediakan sajian dan berdoa bagi ketenangan arwah para leluhur.
    Pada akhir Festival, sekali lagi orang-orang akan memasang penerangan di pintu terdepan rumah sebagai pengantar arwah leluhur keluar dari rumah dan mengapungkan sesajen di sungai atau laut untuk menemani mereka pulang ke alam sana.
SEPTEMBER
  • Senin ke-tiga --> Hari untuk menghormati Kaum Manula
    Hari untuk mengungkapkan rasa hormat kepada orang-orang yang berusia lanjut, yang telah bekerja keras bagi masyarakat selama bertahun-tahun, dan merayakan panjang usianya.
  • Pertengahan September --> Otsukimi (Hari menikmati Sinar Rembulan)
    Kue mochi dan rumput susuki diletakkan dekat jendela sebagai 'persembahan' bagi rembulan, dan orang menikmati saat-saat memandangi keindahan bulan purnama.
  • Sebelum dan Sesudah tanggal 23 --> Aki No Higan ('Higan' di musim Gugur/ Autumnal Equinox Day)
    “Higan” tiap tahun berbeda, tapi umumnya terdiri dari 7 hari, 3 hari sebelum dan sesudah “Shuubun no hi” serta saat “Shuubun no hi” itu sendiri yaitu kira-kira 23 September (Hari ketika siang dan malam sama lamanya, ketika matahari tepat melintasi garis khatulistiwa).
    “Higan” di musim gugur dikatakan sebagai hari untuk menghormati leluhur, Orang mengungkapkan rasa hormat kepada arwah para leluhur dan mengingat kembali mereka yang telah meninggal dunia.
OKTOBER
  • Senin ke-dua --> Hari Olahraga
    Rakyat menikmati olahraga dan membina pikiran dan tubuh yang sehat.
NOVEMBER
  • Tanggal 3 --> Hari Kebudayaan
    Rakyat menunjukkan rasa cinta terhadap kebebasan dan perdamaian dan melibatkan diri dalam berbagai kegiatan kebudayaan.
  • Tanggal 15 --> Shichi Go San (Festival 7-5-3)
    Pada hari ini para orang tua yang mempunyai anak-anak laki-laki berusia 3 atau 5 tahun atau anak perempuan yang berusia 3 atau 7 tahun akan membawa mereka ke Jinja (Kuil agama Shinto) untuk mendoakan kesehatan dan pertumbuhan mereka. Usia 3, 5 dan 7 dipilih karena dipercaya sebagai angka ganjil yang membawa keberuntungan. Anak-anak tersebut juga akan mendapat permen khusus yang disebut chitose ame, yang dimasukkan dalam kantong bergambar bangau dan kura-kura. Chitose berarti seribu tahun dan bangau serta kura-kura juga merupakan lambang panjang umur.
  • Tanggal 23 --> Labour's Day (Hari Pekerja)
    Hari untuk menghormati para pekerja, merayakan produksi, dan saling mengungkapkan rasa terima kasih.
DESEMBER
  • Tanggal 23 --> Hari Ulang Tahun Kaisar
    Rakyat merayakan ulang tahun Kaisar Akihito.
  • Tanggal 25 --> Hari Natal
    Banyak orang mengikuti kebiasaan melakukan tukar-menukar hadiah dengan anggota keluarga dan rekan dan menikmati makan khusus bersama pada hari ini.
  • Tanggal 31 --> Oomisoka (Malam Tahun Baru)


Menjelang tengah malam, kuil-kuil di seluruh Jepang akan mulai mendentangkan loncengnya. Menurut kepercayaan Budhis, manusia mempunyai 108 nafsu duniawi. Berdentangnya lonceng sebanyak 108 kali merupakan salah satu cara untuk mengusir (membersihkan) satu-persatu nafsu-nafsu demikian.
Selain itu ada kebiasaan memakan soba (semacam mie) pada malam Tahun Baru sebagai perlambang harapan akan panjang umur dan kesehatan yang baik di tahun yang baru. Mie merupakan pilihan karena bentunya panjang dan dapat direntangkan; dipercaya melambangkan hidup yang lama dan bahagia.


Nah setelah ini, segera jadwalkan travelling ke Jepang, sesuaikan dengan hari- hari besar yang pengen kalian saksikan langsung, pasti deh asyik banget...
Enjoy your holiday..^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar