Jumat, 16 September 2011

Paralayang (Paragliding)

PENGERTIAN


Paralayang (bahasa Inggrisparagliding) adalah olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Pilotduduk di suatu sabuk (harness) yang menggantung di bawah sayap kain yang bentuknya ditentukan oleh ikatan tali dan tekanan udara yang memasuki ventilasi di bagian depan sayap. Olahraga ini mulai muncul pada sekitar 1950-an [1] dan kejuaraan dunia pertamanya dilangsungkan pada tahun 1989 di Kössen, Austria.


Olahraga paralayang adalah salah satu cabang olahraga terbang bebas. Paralayang dapat diartikan sebagai sebuah parasut yang dapat diterbangkan dan dapat mengangkat badan penerbang. Parasut atau pesawat ini lepas landas dan mendarat menggunakan kaki penerbang.
Olahraga paralayang lepas landas dari sebuah lereng bukit atau gunung dengan memanfaatkan angin. Angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang menyebabkan parasut ini melayang tinggi di angkasa terdiri dari dua macam yaitu, angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik yang disebabkan karena thermal (thermal lift). Dengan memanfaatkan kedua sumber itu maka penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh. Yang menarik adalah bahwa semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan mesin, hanya semata-mata memanfaatkan angin.
Peralatan paralayang sangat ringan, berat seluruh perlengkapannya (parasut, harness, parasut cadangan, helmet) sekitar 10 - 15 kg. Peralatan paralayang juga sangat praktis karena dapat dimasukkan ke dalam ransel yang dapat digendong di punggung. Olahraga Paralayang juga sangat kecil ketergantunganya dengan wahana lainnya



SEJARAH PARALAYANG DUNIA


Pertama kali parasut digunakan untuk apa-apa selainmemperlambat Anda jatuh itu selama Perang Dunia 1Angkatan laut merekrut jiwa-jiwa berani ditarik dengan parasut di belakang kapal selam untuk melihat apa yang bisa mereka lihat dicakrawala.



Selama tahun 1950 Paracommander diciptakan. Kanopi lebih lonjong dan memiliki ventilasi
di belakang corong untuk menghasilkan beberapa meluncur dan kontrol arah yang lebih baik

Pada tahun 1958 Francis dan Gertrude Rogallo menemukan sayap Rogallo untuk pemulihan roket NASAFrancis Rogallo dikreditkan untuk pengembangan inovatif dari kedua glider menggantung dasar dan paragliders.

Pada tahun 1964 Domina Jalbert dari Florida menemukan kanopiUdara RamKanopi ini muncul ganda memiliki terdepan terbuka dan trailing edge dijahitDomba jantan dan mengisi udara di layar, menciptakan bentuk sayap

Pada bulan September 1965 Daud Barishyang bekerja dengan NASA mengambil penerbangan pertama dengan "Sail Wing" dari Gunung Hunter di New YorkDia dianggap sebagai penemu kemungkinan paraglider tersebut.

Pada awal 70-an ram penarik parasut udara menjadi gairah dari British Association of ParascendingKedua ram udara kanopi dan paracommanders yang ditarik di belakang kendaraan dan kemudian dilepaskan.The airfoil awal atau kotak yang relatif cepat dan menawarkan karakteristik mendarat rumit. Pencarian kinerja yang lebih baik dan karakteristik lembut lebih banyak di.

Pada tahun 1978penerjun payung Perancis Jean-ClaudeBetempsAndre Bohn dan Gerard Bosson halus teknik berjalan dan meluncurkan dari lereng di Mieussy,Perancis. Praktek segera perhatian tertarik dan Mieussy menjadi Mekkah pertama Paragliding.

Pada tahun 1979 diperkenalkan Gerard Bosson paralayang dikejuaraan dunia meluncur menggantungSepuluh tahun kemudian Kejuaraan Dunia pertama Paragliding terjadi di KossenAustria.



Pada pertengahan tahun 1990, NASA mengembangkan X38 sebagai sarana utama astronot kembali dalam acara sebuah bencana di Stasiun Antariksa Internasional. Pada Januari2000 parafoil terbesar yang pernah dibangun diuji di atas Gurun Mojave. Glider X38 dibebaskan dari B52 dan meluncur sebentar sebelum merilis sebuah parasut parasut pesawat yang memperlambat putaran beban dengan kecepatan udara vertikal 62mph. The X38
kemudian dilepaskan dari dalam gorong-gorong bulat dandikerahkan parafoil dalam proses tahap 5 sebagai parafoil diperluasPara parafoil mengurangi kecepatan vertikal ke 8 mph untuk touchdown lembut.







SEJARAH PARALAYANG DI INDONESIA



1990 
Paralayang mulai muncul di Indonesia ditandai dengan berdirinya Kelompok Terjun Gunung MERAPI di Yogyakarta pada bulan Januari 1990. Pada saat itu olahraga paralayang lebih dikenal dengan nama Terjun Gunung. Pendiri klub ini adalah Dudy Arief Wahyudi dan Gendon Subandono. Kedua orang tersebut belajar secara mandiri melalui manual dan majalah paralayang. Bukit-bukit pasir di Parangtritis menjadi tempat latihan awal olahraga ini. Parasut yang dipakai untuk pertama kali adalah tipe Drakkar produksi Parachute de France tahun 1987. Pada tahun ini pula David A Teak mulai merasakan nikmatnya terbang dengan paralayang.

1991 
Komunitas penerbang paralayang bertambah dengan munculnya nama-nama Ferry Maskun, Daweris Taher, Bismo, dan Wien Suharjo. Dua orang yang disebut pertama sebelumnya adalah penerbang Gantolle. Sedang dua orang terakhir adalah anggota Klub Skienege - Jakarta. Dua tahun pertama ini dapat dianggap sebagai masa kepeloporan olahraga paralayang di Indonesia.

1992
Pada tahun ini komunitas paralayang bertambah banyak namun alat yang ada masih sangat terbatas. Tercatat sampai dengan akhir tahun 1992 ini hanya ada 5 buah parasut. Dengan semakin berkembangnya komunitas paralayang, dirasa perlu untuk mengorganisir diri guna meningkatkan teknik dan prosedur keselamatan dan dibentuklah PPI (Pusat Paralayang Indonesia).

1993 
Musibah pertama olahraga paralayang. Dudy Arief Wahyudi dinyatakan hilang ditelan ombak laut Selatan di Parangtritis saat mendarat darurat di bawah tebing di sisi timur pantai Parangendog pada tanggal 7 February. Tubuhnya ditemukan dua hari kemudian sesudah dinyatakan hilang. Nama Terjun Gunung resmi diubah menjadi Paralayang karena jauh lebih enak didengar dan jauh dari kesan ngeri. Istilah ini diresmikan di Gunung Haruman saat berlangsungnya Eksebisi Layang Gantung dan Paragliding pada tanggal 22 dan 23 Mei oleh Klub Gantolle Bandung.

1994 
Olahraga paralayang masuk secara resmi ke dalam pembinaan PB FASI di bawah naungan Pusat Gantolle Indonesia. Eksebisi Ketepatan Mendarat Paralayang pertama diselenggarakan di Puncak, Bogor, pada bulan April dan diikuti oleh sekitar 20 penerbang dari Jakarta, Bogor, dan Yogyakarta. 


1995 
Kejuaraan Nasional dan Terbuka Paralayang I diselenggarakan di Kemuning dan Gajah Mungkur, diikuti oleh 7 penerbang asing dan 14 penerbang lokal pada akhir bulan Agustus. Pada saat yang bersamaan diselenggarakan pula Kejuaraan Ketepatan Mendarat penerbang yunior di Kemuning, Karang Anyar.


1996 
Bidang Paralayang resmi menjadi bidang tersendiri yang kedudukannya sejajar dengan Gantolle di bawah PLGI dalam Munas ke V PB FASI di Lembang Bandung. Bersamaan dengan itu Pusat Gantolle Indonesia dirubah menjadi Pusat Layang Gantung Indonesia. Kejuaraan Nasional dan Terbuka Paralayang II di Gunung Haruman, Garut diselenggarakan pada bulan Juli, diikuti oleh 23 penerbang (9 penerbang asing dan 15 penerbang lokal) 


1997 
Kejuaraan Terbuka Paralayang Haruman gagal berlangsung karena cuaca tidak mendukung. Rekor terbang cross country paralayang dibuat sejauh 37 km di Wonogiri pada bulan Agustus oleh Lilik Darmono saat berlatih untuk mengikuti Worl Air Games I di Turki. Bidang Paralayang PLGI mengirimkan 4 orang atlet paralayang ke WAG I Turki bulan September (Rizka, Bima, Lilik, dan Uthe).


1998
Kejuaraan Nasional dan Terbuka Paralayang III diselenggarakan di Wonogiri bersamaan dengan Kejuaraan Nasional Gantolle. Pada kejuaraan ini peserta yang ikut adalah sebanyak19 orang.


1999 
PLGI bersama PB FASI berjuang agar olahraga paralayang dapat dipertandingkan di PON 15 di Jawa Timur. Kejuaraan Terbuka Haruman diselenggarakan pada bulan Juni. Kejuaraan Nasional IV dan Pra PON diselenggarakan di Gunung Banyak, Batu, Malang Jatim. Tercatat sebanyak 45 orang dari 10 daerah ikut menjadi peserta. 


2000 
Musibah kembali menimpa pada tanggal 8 February. Dadang dinyatakan hilang dihempas badai di Puncak, Bogor. Tubuhnya ditemukan empat hari berikutnya dibawah tower telkom. Kejadian ini mendapat perhatian luas dari media massa. Kejuaraan Ketepatan Mendarat Senior dan Yunior di Puncak diselenggarakan pada bulan April, diikuti oleh sekitar 70 penerbang dari berbagai daerah.
Pekan Olahraga Nasional XV berlangsung dan paralayang untuk pertama kalinya resmi menjadi cabang yang dipertandingkan dalam PON ini di Jawa Timur. Medali emas yang diperebutkan adalah sebanyak 4 buah. Peserta yang ikut adalah 32 orang dari 8 kontingen (Sumbar, Sumsel, Riau, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, dan Sulsel).


2001 
Kejuaraan Ketepatan Mendarat dan Festival Paralayang kembali digelar untuk memperebutkan Telkom Cup di Puncak Jawa Barat. Diikuti oleh 87 penerbang dari berbagai daerah, event ini merupakan event yang paling terbanyak pesertanya sampai th 2001. PLGI menunjuk satu orang penerbang, Jimmy Leowardy, ke WAG II di Spanyol pada bulan Juni. Kejuaraan Nasional V diselenggarakan di Gunung Gajah Mungkur, Wonogiri, pada kejuaraan ini rekor nasional lintas alam jarak terbuka dipecahkan oleh Elisa dengan terbang sejauh + 41,3 km (open distance, TO ke LZ).


2002
Tanggal 14 s/d 17 Maret diselenggarakan Coaching Clinic Instruktur Paralayang Pertama di Halim Perdana Kusuma diikuti oleh 11 Instruktur dan 1 orang Magang Instruktur.


2003
Kecelakaan fatal terjadi di Pelabuhan Ratu ketika seorang penerbang tenggelam karena mendarat di tengah laut pada tanggal 3 Maret 2003. Diperkirakan korban tak sadarkan diri beberapa saat setelah lepas andas. 
Kejuaraan Paralayang Telkom Cup diselenggarakan di Puncak pada Bulan Mei 2003 diikuti oleh 109 penerbang dari berbagai daerah di Indonesia. Penyelenggaraan dengan peserta terbanyak.
Kejuaraan Nasional dan Terbuka lintas alam di Gunung Haruman pada bulan Juli 2003, kejuaraan hanya berlangsung beberapa babak karena gangguan cuaca. Seorang penerbang fun fly  mengalami kecelakaan fatal saat parasutnya kolaps hingga menghantam lereng.                
Pra Pon untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar Pulau Jawa, yaitu di Gunung Dempo Pagar Alam, Sumatera Selatan pada tanggal 3 September s/d 14 September 2003. terdapat dua lokasi lepas di daerah ini yaitu di Bukit 15 (1500 m dpal) dan Bukit 19 (1900 dpal).
Dalam rangka ulang tahun Kota Batu diselenggarakan Kejuaraan Ketepatan Mendarat Nasional Paralayang pada bulan Oktober. Dengan cuaca yang kurang bersahabat kegiatan hanya dapat berlangsung satu babak.


2004
Olahraga paralayang kembali dipertandingkan di PON XVI Sumatera Selatan. Lokasi kegiatan pertandingan ini adalah di Gunung Dempo Kota Pagar Alam. Kegiatan lomba berlangsung pada tanggal 1 s/d 14 September 2004.


2005                                                                                                      
Kejuaraan Nasional Ketepatan Mendarat Nasional "Telkom Cup" diselenggarakan di Puncak, Bogor pada bulan April 2005. Kejuaraan Ketepatan Mendarat dan Lintas Alam Nasional diselenggarakan di Gunung Banyak, Batu, Malang pada bulan Juni dalam rangka hari ulang tahun Kota Batu. Kejuaraan Nasional VI Lintas Alam Wonogiri berlangsung pada tanggal 23-29 September. Rekor Nasional terbang lintas alam jarak terbuka dipecahkan oleh Sdr Lilik Darmono sejauh 44,5 km. Rekor lama atas nama sdr. Elisa Manueke sejauh 41,3 km.


2006                                                                                                      
Kejuaraan Nasional Paralayang & Terbuka Wonogiri diselenggarakan di Gunung Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah pada tanggal   8 s/d 14 September 2006. Pada kesempatan ini dipecahkan rekor terbang paralayang jarak terbuka sejauh 45 km  oleh sdr Yajid dari Jawa Timur. Diselenggarakan Pendidikan Instruktur Paralayang pada tanggal 31 Oktober s/d 2 November di Batu, Malang. Pengajar adalah Mr. Klaus Irchiek dari DHV (Jerman). Tujuan pendidikan ini adalah untuk membuat standar pendidikan paralayang di Indonesia setara dengan yang dilakukan di DHV.



Berkas:TegelbergParaglider gobeirne.jpg


LOKASI TERBANG DI INDONESIA



1. Sumatera Utara
Danau Toba
Pemandangan sangat indah berupa perbukitan dan danau. Berhawa sejuk karena terletak di ketinggian. Kondisi cuaca sehari-hari cukup baik dengan thermal sedang. Lokasi lepas landas luas dengan lereng bersudut sekitar 30 derajat. Lokasi pendaratan di sebuah lapangan yang khusus untuk itu yang terletak di pinggir danau Toba.

2. Sumatera Barat
Danau Maninjau (Bukit Tinggi)
Lokasi terbang ini merupakan mangkok raksasa dengan sebuah danau ditengahnya yang dikenal dengan nama Danau Maninjau. Perbuktian dengan lereng terjal menjadi batas danau. Air danau berasal dari limpahan air hujan yang sudah ditampung sejak ribuan tahun yang lalu. Berhawa sejuk dengan kelembaban yang cukup tinggi. Karena terletak diketinggian lokasi lepas landas sering tertutup kabut.

Pantai Air Manis (Padang)
Lereng yang menjadi lokasi lepas landas dikelilingi oleh semak belukar dan pepohonan tinggi. Luasnya hanya cukup untuk menggelar satu parasut. Lokasi pendaratan di pantai Air Manis. Dari lokasi lepas landas pantai tempat pendaratan tidak terlihat karena tertutup oleh pohon-pohon kelapa. Angin berhembus cukup stabil karena merupakan angin laut

3. Sumatera Selatan
Gunung Dempo
Perkebunan teh yang sangat luas di lereng Gunung Dempo menjadi pemandangan yang sangat indah. Hutan-hutan lebat di bagian atasnya merupakan pesona lain. Akses ke lokasi lepas landas tak begitu sulit

4. Sulawesi Tengah
Matan Timali (Palu)
Pemandangannya cukup spektakuler, teluk Palu terlihat jelas dari lokasi lepas landas yang mempunyai beda ketinggian hampir 1000 meter dari kota Palu. Lokasi lepas landas sedikit berbatu dan sempit dengan ujung lereng sangat terjal.

5. Jawa Barat
Puncak (Bogor)
Pemandangan cukup mempesona. Lokasi lepas landas dan mendarat berada di tengah-tengah perkebunan teh yang hijau. Kondisi angin dan thermal sehari-hari cenderung lembut. Pembentukkan awan di kala musim hujan sangat cepat. Perubahan cuaca juga biasanya berlangsung cepat. Angin lokal menjadi dasar penerbangan di lokasi ini, sehingga merupakan salah satu lokasi terbaik untuk pengembangan karena dapat diterbangi sepanjang tahun. Lokasi ini sangat mudah dijangkau.

Gunung Kasur/Kopel (Cipanas, Cianjur)
Letak bukitnya tak jauh dari Istana Negara di Cipanas Cianjur. Bukitnya yang memanjang dari utara ke selatan sangat sesuai dengan kondisi angin arah dari timur. Punggungan bukitnya tak begitu rata, sehingga begitu angin dari arah kiri lokasi lepas landas, kadang-kadang terbentuk turbulen terutama ketika angin yang berhembus cukup kencang.

Gunung Haruman (Garut)
Perjalanan menuju ke lokasi lepas landas menjadi cerita tersendiri karena jalannya kasar, menanjak dengan tikungan tajam. Diperlukan kendaraan khusus (4 x 4) untuk mencapai lokasi lepas landas. Lokasi lepas landasnya sendiri cukup luas, begitu pula lokasi pendaratannya. Kondisi angin dan thermal di lokasi ini sehari-hari cenderung keras, terutama pada jam-jam dimana matahari bersinar penuh. Musim terbang dilokasi ini berlangsung pada bulan Mei s/d September.

Gunung Guntur (Garut)
Pemandangannya sungguh menakjubkan, terutama pada pagi hari saat matahari muncul. Perjalanan menuju puncak Gunung Guntur sekitar 2- 3 jam jalan kaki. Perjalanan terasa semakin berat karena kondisi jalan setapak berupa tanah berkerikil dan sangat labil. Lokasi lepas landas sangat luas. Pendaratan dapat dilakukan di beberapa lokasi yang merupakan tempat pengambilan pasir.

Gunung Galunggung (Tasikmalaya)
Gunung Galunggung merupakan gunung api yang masih aktif dengan kawah danau yang indah. Perjalanan jalan kaki ditempuh sekitar 20 menit dari lokasi parkir terakhir. Lokasi lepas landas adalah di bibir kawah sisi timur yang mempunyai pemandangan yang mengasyikkan. Saat angin berhembus bagus dapat terbang lebih tinggi dari lokasi lepas landas dan terbang di atas kawah danau.

Gunung Putri (Bandung)
Gunung Putri (Bandung)

Gunung Geulis (Jatinangor, Bandung)
Perjalanan ke Puncak G. Geulis ditempuh sekitar 1 s/d 1,5 jam jalan kaki. Lokasi lepas landas cukup luas, dapat terbang dari dua arah yang berbeda tergantung arah angin. Saat kondisi angin kencang di lereng sisi timur haru berhati-hati karena kemungkinan ada turbulen dari bukit yang berada di depannya.

Bukit Toga (Sumedang)
Letaknya tak jauh dari pusat kota Sumedang dan berada tepat di puncak bukit di perkampungan Wisata Toga. Untuk menuju puncak bukit Toga sangat mudah karena melewati jalan aspal mulus. Lokasi lepas-landasnya cukup luas,hanya lokasi mendaratnya yang agak sempit dengan beberapa rintangan berupa rumah dan kabel listrik.

Bukit Watukandang (Bojonegara, Merak)
Lokasinya dipinggir laut, ketinggian bukit hanya sekitar 200 meter, tetapi jika angin tepat datang dari depan lereng, terbang di bukit ini cukup mengasyikkan. Kondisi angin dan thermal di daerah cenderung sedikit keras. Panas di siang hari di daerah ini dapat mencapai 38 derajat. Lokasi lepas landas cukup luas begitu pula lokasi pendaratannya.

6. Jawa Tengah
Bukit Kemuning (Karang Anyar, Surakarta)
Lokasi penerbangan di daerah ini merupakan perkebunan teh dengan lereng yang cukup landai. Hawanya sejuk, saat musim hujan perubahan cuaca berlangsung cepat. Kondisi angin dan thermal cenderung lembut.

Gunung Gajah Mungkur (Wonogiri)
Merupakan perbukitan yang tandus dan berbatu. Kondisi angin dan thermal sehari-hari cenderung keras dan liar. Lokasi lepas landas sempit dan terjal. Lokasi pendaratan cukup luas terletak di pinggir waduk. Lokasi ini merupakan lokasi terbaik di Indonesia untuk penerbangan jarak jauh. Karena mempunytai tingkat kesulitan tinggi menjadi tantangan yang mengasyikkan bagi para penerbang mahir.

Gunung Telomoyo (Magelang)
Lokasi lepas landas terletak di Puncak G. Telomoyo yang merupakan lokasi pemancar telekomunikasi milik PT. Telkom. Ketinggian lokasi lepas landas adalah 1800 m. Saat cuaca cerah pemandangan di sekeliling indah sekali. Angin dan thermal cenderung sedikit keras. Lokasi yang menantang bagi para penerbang yang menyukai terbang dari puncak-puncak gunung. Pencapaian mudah karena dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat.

Gunung Merbabu (Magelang)
Tantangan lain bagi para penerbang paralayang yang gemar mendaki gunung. Lepas landas dari ketinggian 3000 meter dari permukaan laut menjadi cerita tersendiri. Lokasi lepas landas luas, dan dapat dilakukan dari berbagai lokasi sesuai arah angin. Butuh waktu sekitar 4-6 jam perjalanan jalan kaki untuk mencapai puncaknya. Pagi hari merupakan waktu terbaik untuk terbang sebelum puncak tertutup kabut dan angin kencang datang.

Gunung Merapi (Magelang)
Keras dan liar, itu kesan pertama saat kita menjejakkan kaki di Pasar Bubrah, teras pertama di lereng utara gunung Merapi. Kondisi angin dan thermal cenderung keras. Saat melayang di atas gunung ini pemandangan sangat mentakjubkan. Hati-hati dengan gas beracun yang mungkin bertiup mengikuti arah angin.

Pantai Parangtritis
Kesan liar di perlihatkan dengan deburan ombak Laut Selatan yang keras yang menghantam lereng-lereng batu karang yang terjal. Saat angin bertiup lembut, melayang di atas lereng-lereng terjal dan ombak yang bergelombang sangat menawan. Lokasi lepas landasnya berbatu karang tajam, sementara itu lerengnya sempit dan terjal dan diakhir dengan diding vertical setinggi 100 meter. Pemula harus sangat berhati-hati lepas-landas di lokasi ini.

7. Jawa Timur
Gunung Banyak, Songgoriti (Batu, Malang)
Hawanya sejuk karena terletak di ketinggian 1300 m dpal. Punggungannya panjang sehingga bagus untuk ridge soaring saat angin berhembus antara 15 s/d 20 km. Kondisi angin dan thermal cenderung lembut. Lokasi lepas landas cukup luas.

Gunung Panderman (Batu)
Kondisi cuaca tak jauh berbeda dengan G. Banyak. Lokasi lepas landas di puncak G. Panderman cukup luas. Perjalanan ke Puncak Panderman memakan waktu sekitar 2 jam. Pemandangan cukup bagus ke arah timur.

Gunung Bromo (Probolinggo)
Meskipun letaknya diketinggian tetapi kalau matahari bersinar penuh hawanya cenderung panas. Dapat lepas landas dari berbagai lokasi sesuai arah angin. Kondisi angin dan thermal cenderung keras, saat kering sering muncul dust devil.

8. Bali
Pantai Timbis (Nusa Dua)
Kondisi angin cenderung keras namun stabil. Thermal sangat jarang muncul. Arah angin terbaik adalah selatan persis dari arah laut. Tebing pantai panjang sehingga mengasyikkan untuk ridge soaring ke arah barat (Uluwatu) atau ke arah timur (Hotel Nikko).

Pantai Candi Dasa (Klungkung)
Butuh waktu sekitar setengah jam untuk jalan kaki dari pantai ke Puncak Bukit pasir Hitam Candi Dasa. Lerengnya cukup luas tetapi terjal. Kondisi angin dan thermal cenderung agak keras. Lokasi pendaratan luas terletak di pantai pasir hitam.

Gunung Batur (Kintamani)
Perjalanan ke Puncak G. Batur memakan waktu sekitar 2 s/d 3 jam sebelum terbang. Kondisi angin dan thermal pada siang hari cenderung sedikit keras. Pemandangan indah danau Batur tak kan terlupakan saat anda melayang di atas puncak gunung ini.

9. Papua
Ifar Gunung (Mec Arthur)
Take off menghadap selatan, angin konstan, kuat pada siang hari, terbang ridge soaring.


PERLENGKAPAN PARALAYANG

Perlengkapan utama dalam olahraga paralayang antara lain parasut utama dan cadangan, harness, dan helmet. Perlengkapan pendukung terbang yang diperlukan antara lain variometer, radio/HT, GPS, windmeter, peta lokasi terbang, dll. Sedang perlengkapan pakaian penerbang antara lain baju terbang/flight suit, sarung tangan, dan sepatu berleher tinggi/boot.
Jenis parasut yang dipergunakan sangat tergantung dari tingkat kemampuan penerbang dan berat penerbang. Setidak-tidaknya terdapat tiga jenis parasut paralayang yaitu, parasut untuk pemula, parasut untuk penerbang menengah, dan parasut untuk penerbang mahir. Ukuran parasut juga harus sesuai dengan berat penerbangnya. Ukuran yang tersedia antara lain XS, S, M, L serta LL untuk terbang berdua/tandem.

     


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar