Sabtu, 17 September 2011

Bunga yang harus ada di halamanq





Sakura merupakan bunga nasional Jepang yang mekar pada musim semi, yaitu sekitar awal April hingga akhir April. Sakura merupakan bunga yang sangat dicintai dan dibanggakan oleh masyarakat Jepang. Ia menjadi simbol nasional bangsa ini. Para pejabat Pemerintah dan diplomat Jepang, misalnya, sering menggunakan lambang sakura sebagai "lapel pin" pada baju mereka. Bagi orang Jepang, sakura merupakan simbol penting, yang kerap kali diasosiasikan dengan perempuan, kehidupan, kematian, serta juga merupakan simbol untuk mengeksperesikan ikatan antarmanusia, keberanian, kesedihan, dan kegembiraan. Sakura juga menjadi metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal. Bunga sakura juga menjadi moto yang muncul dalam berbagai kerajinan khas Jepang, misalnya pada kimono, yukata, kipas, cangkir, dan lain-lain.

Pohon sakura adalah salah satu pohon yang tergolong dalam familia RosaceaegenusPrunus sejenis dengan pohon prempersik, atau aprikot, tetapi secara umum sakura digolongkan dalam subgenus sakura. Asal-usul kata "sakura" adalah kata "saku" (bahasa Jepang untuk "mekar") ditambah akhiran yang menyatakan bentuk jamak "ra". Dalam bahasa Inggris, bunga sakura disebut cherry blossomsBunga ini mempunyai lima kelopak dan sangat kecil, sehingga susah untuk menikmati keindahannya secara individual. Keindahan sakura terletak pada jumlahnya bunga yang sangat banyak memenuhi batang pohon, dan mekar bersama.
Warna bunga tergantung pada spesiesnya, ada yang berwarna putih dengan sedikit warna merah jambu, kuning muda, merah jambu, hijau muda atau merah menyala. 

Bunga digolongkan menjadi 3 jenis berdasarkan susunan daun mahkota:

  • bunga tunggal dengan daun mahkota selapis
  • bunga ganda dengan daun mahkota berlapis
  • bunga semi ganda
Pohon sakura berbunga setahun sekali, di pulau Honshu, kuncup bunga sakura jenis someiyoshino mulai terlihat di akhir musim dingin dan bunganya mekar di akhir bulan Maret sampai awal bulan April di saat cuaca mulai hangat.
Di Jepang, mekarnya sakura jenis someiyoshino dimulai dari Okinawa di bulan Februari, dilanjutkan di pulau Honshu bagian sebelah barat, sampai di TokyoOsakaKyoto pada sekitar akhir Maret sampai awal April, lalu bergerak sedikit demi sedikit ke utara, dan berakhir di Hokkaido di saat liburan Golden Week.
Setiap tahunnya pengamat sakura mengeluarkan peta pergerakan mekarnya bunga sakura someiyoshino dari barat ke timur lalu utara yang disebut sakurazensen. Dengan menggunakan peta sakurazensen dapat diketahui lokasi bunga sakura yang sedang mekar pada saat tertentu.

Ciri khas sakura jenis someiyoshino adalah bunganya yang lebih dahulu mekar sebelum daun-daunnya mulai keluar. Puluhan, ratusan, bahkan ribuan batang pohon yang berada di lokasi yang sama, bunganya mulai mekar secara serentak dan rontok satu per satu pada saat yang hampir bersamaan.
Bunga sakura jenis someiyoshino hanya dapat bertahan kurang lebih 7 sampai 10 hari dihitung mulai dari kuncup bunga terbuka hingga bunga mulai rontok. Rontoknya bunga sakura tergantung pada keadaan cuaca dan sering dipercepat oleh hujan lebat dan angin kencang. Beberapa jenis burung dikenal suka memakan bagian bunga yang berasa manis, sedangkan burung merpati memakan seluruh bagian bunga.
Kesempatan langka piknik beramai-ramai di bawah pohon sakura untuk menikmati mekarnya bunga sakura disebut hanami (ohanami). Saat melakukan hanami adalah ketika semua pohon sakura yang ada di suatu tempat bunganya sudah mekar semua.
Di Jepang terdapat standar untuk menyampaikan informasi tingkat mekar bunga sakura, mulai dari terbukanya kuncup bunga (kaika), mekarnya 10% dari kuncup bunga yang ada di pohon (ichibuzaki) sampai bunga mekar seluruhnya (mankai). Bunga yang rontok segera digantikan dengan keluarnya daun-daun muda. Pohon sakura yang bunganya mulai rontok dan mulai tumbuh daun-daun muda sebanyak 10% disebut ichibu hazakura. Sementara itu, pohon sakura yang semua bunga sudah rontok dan hanya mempunyai daun-daun muda disebut hazakura (sakura daun).
Bunga dari pohon jenis yamazakura mekar lebih lambat dibandingkan jenis someiyoshino dan bunganya mekar bersamaan dengan keluarnya daun-daun muda.

Daun dan bunga sakura yang sudah direndam di dalam air garam (shiozuke) dimanfaatkan untuk bahan makanan karena wanginya yang harum. sakura mochi adalah kue moci yang dibungkus daun sakura. Ada juga es krim dan kue kering rasa bunga sakura. Teh bunga sakura umumnya diminum pada kesempatan istimewa seperti pesta pernikahan. Ranting dan kuncup bunga sakura juga digunakan sebagai bahan pewarna alami.


Sebagian besar jenis pohon sakura merupakan hasil persilangan, misalnya jenis someiyoshinoyang tersebar di seluruh Jepang sejak zaman Meiji adalah hasil persilangan pohon sakura dizaman Edo akhir. Sakura jenis someiyoshino inilah yang sangat tersebar luas, sehingga kebanyakan orang hanya mengenal someiyoshino (yang merupakan salah satu jenis sakura) sebagai sakura.

Pada zaman dulu sebelum ada jenis someiyoshino, orang Jepang mengenal bunga sakura yang mekar di pegunungan yang disebut yamazakura dan yaezaki no sakura sebagai sakura. Di saat mekarnya bunga sakura, ribuan batang pohon Yamazakura yang tumbuh di Pegunungan Yoshino (Prefektur Nara) menciptakan pemandangan menakjubkan warna putih, hijau muda, dan merah jambu.


Beberapa jenis sakura:
  • Edohigan
Edohigan adalah sakura yang mekar di Hari Ekuinoks Musim Semi dan bunganya paling panjang umur. Jenis-jenis lain yang serupa dengan edohigan adalah ishiwarizakura danyamadakashinyozakura yang termasuk pohon sakura yang dilindungi. Miharutakizakura adalah salah satu jenis edohigan yang rantingnya menjuntai-juntai, sedangkan yaebenishidare dikenal daun bunganya yang banyak dan warnanya yang cerah.
  • Hikanzakura
Hikanzakura atau disebut juga kanhizakura adalah sakura yang tersebar mulai dari wilayahTiongkok bagian selatan sampai ke Pulau FormosaKanhizakura banyak ditemukan tumbuh liar di Prefektur Okinawa. Bagi orang Okinawa, kata "sakura" sering berarti hikansakura. Pengumuman mekarnya bunga sakura di Okinawa biasanya berarti mekarnya hikanzakura. Di Okinawa, kuncup bunga hikanzakura mulai terbuka sekitar bulan Januari atau Februari. Di Pulau Honshu, hikanzakura banyak ditanam mulai dari wilayah Kanto sampai ke Kyushu dan biasanya mulai mekar sekitar bulan Februari atau Maret.
Berkas:Hikanzakura.JPG
  • Shidarezakura
Berkas:Shidare sakura flowers.JPG
  • Fuyuzakura (sakura musim dingin) adalah jenis pohon sakura yang bunganya mekar sekitar bulan November sampai akhir bulan Desember. Onishimachi di Prefektur Gunma adalah tempat melihatfuyuzakura yang terkenal.

Pohon sakura menghasilkan buah yang dikenal sebagai buah ceri (bahasa Jepang: sakuranbo). Buah ceri yang masih muda berwarna hijau dan buah yang sudah masak berwarna merah sampai merah tua hingga ungu. Walaupun bentuknya hampir serupa dengan buah ceri kemasan kaleng, buah ceri yang dihasilkan pohon sakura ukurannya kecil-kecil dan rasanya tidak enak sehingga tidak dikonsumsi.
Berkas:Sakuranbo.JPG
Pohon sakura yang menghasilkan buah ceri untuk keperluan konsumsi umumnya tidak untuk dinikmati bunganya dan hanya ditanam di perkebunan. Produsen buah ceri terbesar di Jepang berada di Prefektur Yamagata. Buah ceri produk dalam negeri Jepang seperti jenis sato nishikiharganya luar biasa mahal. Di Jepang, buah ceri produksi dalam negeri hanya dibeli untuk dihadiahkan pada kesempatan istimewa. Buah ceri yang banyak dikonsumsi masyarakat di Jepang adalah buah ceri yang diimpor dari negara bagian Washington dan California di Amerika Serikat.

Di tahun 1990, Asosiasi Bunga Sakura Jepang (Japan Cherry Blossom Association) mengeluarkan daftar 100 tempat terpilih untuk melihat keindahan bunga Sakura.
Daerah Kanto:
  • Tokyo: Taman Ueno (Taito-ku), Taman Shinjuku-gyoen (Shinjuku-ku), Taman Sumida (Sumida-ku), Taman Koganei (kota Koganei), Taman Inogashira (kota Musashino)
Daerah Tokai:
  • Prefektur Gifu: Taman Usuzumi/Neodani (kota Motosu), Pinggir Sungai Shinsakai (kota Kakamigahara), Kamagatani (kota Ikeda)
Daerah Kansai:
  • Prefektur Osaka: Taman Istana Osaka (Osaka), The Mint Bureau (Osaka), Taman Expo '70 (kota Suita)
  • Prefektur Hyogo: Taman Istana Himeji (kota Himeji), Taman Akashi (Kota Akashi), Taman Shukugawa (Nishinomiya)
  • Prefektur Nara: Taman Nara (kota Nara), Pegunungan Yoshino (kota Yoshino), Taman Kooriyamajoshi (Yamato Kooriyama)

Di Tokyo terdapat beberapa tempat untuk melihat sakura pada awal musim baru. Antara yang paling popular adalah di sekeliling Istana Raja, Imperial Park, yang dikelilingi dengan danau buatan yang indah iaitu "Hanzo-bori".
Cabang-cabang pohon sakura yang sarat dengan bunga menjuntai dan menjulur ke atas air di tepi danau, menimbulkan bayang-bayang yang indah. Dari jendela kamar di Palace Hotel, pemandangan Imperial Park yang sangat indah pada musim sakura dapat dilihat. Di bawah-bawah pohon sakura biasanya muncul bunga-bunga kecil berwarna kuning yang menambah kecantikan suasana.
Tempat lain untuk melihat sakura adalah di "Taman Ueno", tidak jauh dari stadium kereta "Ueno". Di Imperial Park pengunjung tidak boleh  membentang tikar untuk berkelah dan makan, di "Ueno" hampir semua pengunjung datang untuk berkelah. Selain itu terdapat juga banyak kedai 7-Eleven atau kedai-kedai kecil di sekitar "Ueno" untuk membeli "o-bento" (makanan dalam kotak) untuk dibawa makan di "Ueno".

Hampir semua orang Jepang tidak melepaskan kesempatan setahun sekali berkelah di bawah naungan sakura. Orang Jepang menyebut kegiatan ini sebagai "hana-mi" (menonton bunga) atau ohanami adalah tradisi Jepang dalam menikmati keindahan bunga, khususnya bunga sakura. Mekarnya bunga sakura merupakan lambang kebahagiaan telah tibanya musim semi. Selain itu, hanami juga berarti piknik dengan menggelar tikar untuk pesta makan-makan di bawah pohon sakura.
Sekalipun bunga sakura sudah mulai mekar pada akhir Mei, biasanya pada minggu kedua April diadakan  festival sakura yang bererti tumpah-ruahnya masyarakat ke tempat-tempat bunga sakura.
Ada pula tradisi di kalangan para petani Jepang, yaitu melakukan upacara minum "sake" (arak nasi) di bawah naungan kanopi bunga sakura. Upacara ini diharap akan menghasilkan hasil tuaian yang baik pada tahun seterusnya. Orang Jepang juga percaya bahawa pohon sakura adalah pagar antara Tuhan dan manusia. Karana itu, melakukan "hana-mi" merupakan ritual keagamaan. Yang jelas, ketika menyaksikan keindahan sakura, orang tidak mungkin mengabaikan keagungan Tuhan. 
Yang tak kalah menariknya adalah beberapa fakta yang ada di balik hanami, di antaranya adalah trik-trik untuk mendapatkan lokasi hanami. Biasanya, untuk rombongan besar akan memburu tempat yang strategis untuk digelari tikar. Biasanya dari sejak malam sebelumnya ada yang ditugasi khusus untuk mencari lokasi yang strategis, kemudian menggelar tikar di situ dan menunggu hingga esok pagi. Kalau tidak, bisa-bisa direbut oleh rombongan lain. Namun ada juga yang tidak memperbolehkan pola seperti itu, karena sangat rawan perkelahian. Adalah Maruyama Koen, taman paling ramai di Kyoto saat musim sakura, sudah sejak lama dikuasai oleh jaringan yakuza (organisasi tradisional preman di Jepang sejak pertengahan Zaman Edo). Untuk memperoleh jatah tempat, tinggal mengontak jaringan yakuza, dan membayar seharga 700 yen untuk tempat seluas 1 tatami (kira-kira 1×2 meter). Harga ini sudah termasuk sewa alas (terpal) dan tikar bekas tatami. Bayangkan saja kalau satu rombongan memerlukan luasan tempat setidaknya 30 tatami, berarti harus siap-siap uang 21.000 yen alias Rp 2.100.000 saja :-)



Berkas:Castle Himeji sakura02.jpg

Pada tahun 1912, kerajaan Tokyo menghadiahkan 3.000 pohon sakura kepada kerajaan Washington DC untuk ditanam di ibu kota Amerika Serikat sebagai lambang persahabatan Amerika-Jepang. Orang Amerika menamakan sakura sebagai"cherry blossom". Pohon sakura ini kemudian ditanam di sepanjang sisi utara Sungai Potomac, khususnya di Taman Potomac, Barat.
Pada awal musim baru di Washington DC selalu diadakan perayaan Japanese Cherry Blossom. Tahun ini peringatan ke-40 (sejak diadakan perayaan yang pertama pada 1961) akan diadakan pada 31 Mei 2001. Selama sehari penuh diadakan "parade", "bazaar", dan berbagai acara kebudayaan lain. "Bazaar"  disebut 'Sakura Matsuri' diadakan di 12th Street, antara Constitution Avenue dan Pennsylvania Avenue.
Setelah menonton parade pada pagi hari, sekitar 50 ribu pengunjung akan membanjiri "bazaar"  yang kebiasaanya merupakan waktu membeli makanan dan di samping juga merupakan tempat diadakan berbagai atraksi seni-budaya. Selama musim bunga sakura, pengungjung yang datang di antara sekitar 700 ribu di Washington DC khusus untuk menikmati keindahan bunga-bunga sakura.


Pada 1968, Jepun menghadiahkan lagi 3800 batang pohon sakura kepada kota Washington DC. Lucunya, ketika beberapa taman sakura di Jepun terkena bencana banjir, para botanik Jepun telah datang ke Washington DC untuk mengambil pohon sakura jenis Yoshino yang memang khas itu. Sekarang, sakura tidak hanya tumbuh di Washington DC, tetapi telah tersebar ke berbagai negara selain Amerika Serikat. Di Central Park, New York, juga banyak terdapat pohon sakura.

Untuk melihat Bunga Sakura mekar, orang Indonesia kini tidak perlu pergi ke Jepang karena bisa langsung datang ke Kebun Raya Cibodas yang berada di Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat, tiga jam perjalanan dari Jakarta.
Pohon Sakura koleksi Taman Sakura rata-rata umurnya antara 4 sampai 5 tahun dengan ketinggian pohon antara 3 sampai 5 meter.
Di sana, telah dibangun Taman Sakura sejak 16 April 2007, yang berisi 400 pohon Sakura yang ditanam pada area seluas 5.000 meter persegi dengan ketinggian 1.400 meter diatas permukaan laut. Dan pada salah satu bagian taman yang ada sungainya, pohon Sakura jenis Himalaya (prunus cerasoides D Don) di tanam berbaris sepanjang 100 meter disamping kiri dan kanan alur sungai dengan jarak antara tiap pohon sejauh 5 meter.

Pohon Sakura di Sungai.JPG

Menurut Holif Imamuddin (58 tahun) mantan Kepala Kebun Raya Cibodas yang bertugas antara tahun 2002 sampai 2007 dan juga penggagas ide pembuatan Taman Sakura, Pohon Sakura yang ada di Kebun Raya Cibodas mekar dua kali dalam setahun yakni antara bulan Januari-Februari dan antara bulan Agustus-September, namun untuk waktu mekarnya masih belum stabil.

holif imamuddin.JPG

Holif Imamuddin, penggagas ide pembuatan Taman Sakura

Holif menjelaskan koleksi awal pohon sakura Kebun Raya Cibodas dan juga yang paling banyak tumbuh di taman Sakura merupakan jenis Himalaya (prunus cerasoides D Don).
Sedangkan koleksi pohon Sakura lainnya didapat dari peneliti Jepang yang datang ke Kebon Raya Cibodas serta pemberian pohon Sakura dari Jepang pada tahun 2004 kepada Presiden Megawati.
Selain itu, pengelola Kebon Raya Cibodas sendiri juga melakukan pengembangbiakan pohon Sakura baik dengan cara vegetatif (stek) maupun dengan biji.

Sakura Close Up.JPG
Bunga Sakura Jenis prunus cerasoides D Don
Dalam pandangan Holif, sekitar 90 persen masyarakat Indonesia ingin mengetahui lebih banyak mengenai Bunga Sakura.
Di Indonesia, pada pertengahan tahun 80-an, musisi terkenal Fariz RM menciptakan lagu berjudul Sakura yang ketika itu mendapat sambutan luar biasa terutama di kalangan anak muda dan remaja sehingga menambahkan kepopuleran Sakura di Indonesia.
Dan pada film animasi dari Jepang yang ditayangkan di beberapa stasiun TV swasta kadang-kadang ada bagian cerita yang memperlihatkan suasana saat orang berkumpul menikmati bunga sakura yang sedang mekar.

Pohon Sakura Induk.JPG
Pohon Sakura Induk di Kebon Raya Cibodas saat bunganya sedang mekar
Di Jepang, saat bunga sakura mekar, yang biasanya terjadi pada awal bulan April, hal ini menjadi suatu peristiwa nasional, dan hampir setiap hari siaran TV memberitakan perkembangannya.
Saat itu orang Jepang akan berpesta bersama keluarga atau teman sambil menikmati keindahan bunga sakura yang bermekaran atau bahasa Jepangnya hanami.
Biasanya hanami dilakukan sambil minum sake dan bernyanyi bersama dan karena ramainya maka orang sering berebutan mendapatkan lokasi terbaik guna melihat Sakura, sehingga sejak malam sebelumnya akan dikirim orang untuk menunggui tempat yang akan dipakai.
Sebelum dibangun Taman Sakura, pohon Sakura tumbuh bertebaran di dalam Kebon Raya Cibodas sehingga pengunjung tidak dapat menikmati secara maksimal keindahan bunga Sakura yang mekar seperti di Jepang.
Pada tahun 1995, Holif berkesempatan pergi ke Jepang dan sempat melakukan kunjungan ke salah satu sekolah dasar dan saat itu ada banyak anak yang sedang belajar tentang alam dan banyak menanyakan kepada Holif mengenai alam di Indonesia.
Berdasarkan pengalaman itu, Holif mendapat kesan bahwa di Jepang cinta kepada alam sudah diperkenalkan sejak dini melalui pendekatan budaya yakni melalui tradisi hanami atau melihat bunga sakura yang sedang mekar.
Dengan adanya hanami maka orang kota di Jepang akan berkesempatan mendatangi taman kota dan berkumpul dan berdampak pada timbulnya rasa cinta kepada alam.
Dengan membuat taman khusus pohon Sakura, Holif berharap masyarakat Indonesia dapat menikmati bunga Sakura yang sedang mekar sekalian memupuk rasa sayang kepada alam.
Bagi Holif, Taman Sakura juga bisa menjadi sarana nostalgia bagi masyarakat Jepang yang ada di Indonesia dan orang Indonesia yang pernah belajar dan tinggal di Jepang.
Holif juga berharap suatu saat nanti dibawah naungan pohon Sakura, orang dapat melakukan pertukaran kebudayaan dan pengetahuan.
[sakura36zy.jpg]
Bunga Sakura, kembang khas negeri Jepang yang pohonnya rindang dan bunganya elok, ternyata juga tumbuh di Malang, Jawa Timur.Bunga langka ini tumbuh di Bendungan Selorejo, Desa Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.Bunga yang mempunyai nama latin Prunus Serrulata sekarang tumbuh dan berbunga lebat. Jumlahnya baru enam buah."Ditanam oleh salah satu konsultan Jepang yang membangun bendungan itu," kata Sekretaris Jasa Tirta I Kota Malang, Harianto, kemarin.Menurut Harianto, untuk menjaga kelestarian bunga tersebut, Jasa Tirta mengembangbiakkan melalui stek, cangkok dan biji. "Pembiakan yang berhasil ternyata melalui biji," ujarnya.Harianto menjelaskan, jika sekarang laboratorium Kultur Jaringan Perum Jasa Tirta sudah berhasilmengembangkan biakan bibit sakura sebanyak 25 bibit.Bibit ini membutuhkan waktu dua bulan untuk perkecambahan. Bunga ini rencananya akan ditanam di sejumlah kantor Divisi Jasa Tirta Kota Malang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar