Halaman

Kamis, 13 Oktober 2011

4 KEBIASAAN KERJA YANG AKAN MELENYAPKAN KELELAHAN DAN KECEMASAN

Waaaaaaa..akhirnya aq kembali eksis di blog tercintaq ini, setelah 4 hari menghilang, berpetualang di Ibukota Jakarta..hehehehe..Kini hadir dengan tips yang insyaallah bermanfaat..(terinspirasi dari para workaholic di Ibukota).. 
Buat para pekerja baik yang di kantor ataupun yang di lapangan pasti bingung kalo' pekerjaan dah numpuk banyak..Yang mana yang mau diselesaiin dulu nich?, bikin BT plus MALES jadinya..
Tapi jangan khawatir dueh, asal kalian-kalian njalanin 4 tips dari Dale Carnegie ini, insyaallah kerjaan yang numpuk itu akan terselesaikan bertahap hingga tuntas..Oke simak tips-tipsnya ini yaw..


1. SINGKIRKAN SEMUA KERTAS DARI MEJA ANDA, KECUALI YANG SEDANG DIGARAP
Melihat meja penuh dengan surat dan laporan serta memo yang tidak dijawab saja sudah cukup menimbulkan kerancuan, ketegangan dan kecemasan. Bahkan lebih buruk dari itu.
Kalau qta terus menerus teringat pada "ribuan hal yang harus dikerjakan dan tidak ada waktu untuk mengerjakannya", ini tidak hanya menimbulkan ketegangan dan kelelahan, bahkan juga tekanan darah tinggi, jantung dan radang perut.

2. KERJAKAN HAL-HAL MENURUT URUTAN KEPENTINGAN
Bahwa membuat semacam rencana untuk bekerja menurut urutan yang penting didahulukan, pasti lebih baik dibandingkan dengan bermain improvisasi, sambil berjalan.

3. KALAU ADA MASALAH, SEGERA PUTUSKAN BERDASARKAN FAKTA YANG DIPERLUKAN, JANGAN MENUNDA KEPUTUSAN
Bicarakanlah satu masalah pada satu waktu dan ambil keputusan. Tidak ada pengebirian dan tidak ada penundaan. Keputusan itu mungkin memerlukan fakta tambahan, itu mungkin berupa melakukan sesuatu atau tidak melakukan apa-apa sama sekali. Tetapi keputusan diambil untuk setiap masalah sebelum beralih ke yang lain.

4. BELAJAR MENGORGANISASI, MEWAKILKAN DAN MENYELIA
Belajar  mendelegasikan kepada orang lain memang sukar, tetapi bagaimanapun sukarnya hal ini harus dilakukan kalau ingin terhindar dari perasaan cemas, tegang dan kelelahan

Sabtu, 08 Oktober 2011

Setengah Hati?..Jangan Deh..

Mengambil keputusan untuk memulai ambil langkah dalam hal apapun itu pasti ga' mudah..Bukan dari faktor diri sendiri aja tapi bisa juga pengaruh fenomena kehidupan di sekitar qta..
Berikut beberapa hal yang mudah2an bisa memberikan jalan keluar untuk meninggalkan kebiasaan setengah hati dalam melangkah..


1. SADARILAH HIDUP INI PERSAINGAN YANG KERAS
    Setiap makhluk hidup harus siap bersaing keras. Di setiap sisi dunia ini ada perjuangan dan persaingan, baik dalam hal belajar, bekerja ataupun bertahan hidup, karena tidak ada yang benar2 gratis dalam hidup ini.
    Persaingan sering tidak bersahabat, apalagi di jaman sekarang ini. Siapa cepat dan tanggap maka dialah yang berpeluang untuk bertahan, sedangkan yang memilih bersantai dan pasrah maka peluangnya akan lebih kecil bahkan mungkin tidak ada sama sekali.
    Persaingan akan selalu ada dan tidak bisa qta pungkiri. Persaingan tidak bisa dihadapi dengan setengah hati. Seperti sudah menjadi sunatullah dan hukum alam, bahwa yang sedang berada di posisi puncak, yang sedang berada dalam era keemasan dan kesuksesan akan ada waktunya untuk jatuh dan tenggelam. Ini tak lebih hanya menggambarkan betapa keras persaingan dalam hidup.
    Meyakini bahwa dunia ini persaingan yang dahsyat, adalah modal awal untuk membangkitkan semangat berusaha sekuat tenaga, sepenuh hati dan segenap kemampuan. Untuk kemudian meniti jalan yang telah dibenarkan oleh Allah SWT.


2. BERMUSYAWARAHLAH
    Memutuskan masalah dengan bermusyawarah adalah jalan terbaik. Musyawarah juga bisa meringankan beban hati, masalah serasa terselesaikan setengahnya setelah semuanya kita buka di hadapan orang yang qta percaya.
    Ketika qta dihadapkan pada permasalahan yang membuat ragu, maka cepatlah meminta pendapat dari otrang yang qta percaya. Ini agar langkah qta tidak setengah- setengah. Berhentilah sejenak untuk bermusyawarah agar bisa melangkah lebih pasti ke depan.


3. KALAU TIDAK YAKIN DI SUATU JALAN, SEGERALAH PINDAH KE JALAN YANG LAIN
    Terkadang pilihan qta tidak tepat, sementara qta sudah terlanjur menapaki jalan itu
    Kalau qta sudah yakin bahwa qta tidak sanggup dan tidak akan sukses pada jalan yang tengah dilalui, maka segeralah melakukan perubahan. Segeralah memulai yang baru dengan pilihan yang lebih tepat, daripada berlarut- larut dalam kebimbangan dan ketidakjelasan yang menyita waktu. Karena taruhannya adalah usia qta yang terus berjalan.
    Tetapi, pilihan yang baru itu harus benar- benar diyakini lebih baik, apa yang salah pada pilihan terdahulu tidak boleh terulang kembali. Kalau tidak, perubahan itu hanya akan mengulang kesalahan yang sama di tempat yang berbeda.
    Jadi buat apa berlama- lama dalam kesalahan pilihan, cepat atasi dengan berpindah ke bidang lain, agar tidak ada kata setengah- setengah dalam melangkah.


4. JANGAN TERBIASA MENGGAGALKAN RENCANA
    Rencana yang sudah menjadi keputusan untuk dilaksanakan, laksanakanlah!!
    Jangan mudah menggagalkannya hanya katrena hal yang sepele. Karena jika sesuatu yang sepele sudah dapat mengganjal pilihan yang qta ambil dengan kemantapan, itu akan memberi andil pada tabungan keragu-raguan. Dampaknya ketika ada masalah yang lebih serius mengahadang rencana qta itu, maka sudah pasti kita akan jatuh. Karena qta terbiasa jatuh dengan sandungan kecil, sandungan besar pasti akan meruntuhkan.
    Kebiasaan menggagalkan rencana juga menimbulkan dampak buruk bagi jiwa, mendidik jiwa ini dengan ketidak seriusan dalam berkomitmen.
    Bukan berarti menggagalkan rencana tidak boleh, kalau dipandang perlu menggagalkan karena pertimbangan sesuatu yang lebih baik, tentu itu bukan saja boleh tapi harus. Yang tidak diperbolehkan adalah penggagalan tanpa alasan kebaikan yang jelas, atau aklasan yang diada-ada, atau hanya karena kemalasan.


5. MINTALAH KETEGUHAN HATI KEPADA ALLAH. SWT
    Hati qta bukan milik qta, hati qta tak pernah qta tahu bagaimana kesudahannya, Hati bisa berubah dari satu keadaan ke keadaan yang lain.
    Keraguan yang datang tiba- tiba atau setelah melihat sesuatu atau mendengar sesuatu yang sepele kadang tidak bisa qta cegah, untuk itulah qta harus banyak memohon keteguhan pada Allah. SWT.
    Ketika hati ini bukan milik qta, Allah. SWT menyediakan tonggak- tonggak untuk meneguhkannya, agar keputusan qta tidak salah, tidak melangkah setengah hati, tidak berjalan diatas keraguan dan ketidakpastian.
    Langkah setengah hati harus qta akhiri, agar kelak qta tidak dirundung duka, mengatup bibir dalam segala hal andai-andai.




Sumber : Buletin Internal An-Nuur Edisi No. 84/Th. II/30 Sept 2011

Kamis, 06 Oktober 2011

B A T I K - Trademarknya INDONESIA

Mmmmhh..sebenernya dah terlambat ya klo bahas ini sekarang, kan Hari Batik dah lewat..hehehehe..
tapi ga masalah kan?toh Batik adalah salah satu keanekaragaman budayanya Indonesia..
Jaman dulu (jaman aq anak sekolahan), Batik identik dengan busananya para angkatan tuwir, paramuda mana mau pake' batik, bakalan dikira emak2 tuh..Tapiiiiiii jaman sekarang (mulai sekitar tahun 2000an) paramuda dah pada mau pake' batik..Hebaaaaaattttt..Emang harusnya kayak gitu kan?

Ok qta mulai mengorek-ngorek apa dan bagaimana sih Batik itu?jangan cuma sekedar pakai dong, harus tau sejarahnya..

Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik". Disebutkan oleh Yudoseputro (2000 : 98) bahwa batik berarti gambar yaang ditulis pada kain dengan mempergunakan malam sebagai media sekaligus penutup kain batik. Selain itu, seorang ahli seni rupa mengemukakan bahwa seni batik merupakan hasil kebudayaan bangsa Indonesia yang tinggi nilainya. Karena itu sudah selayaknya ditingkatkan dan dikembangkan (Widodo, 1983 : 1). Adapun sebuah buku yang mengatakan bahwa batik adalah bahan sandang yang dibuat berupa tekstil untuk keperluan kelengkapan hidup sehari-hari. Tekstil yang dibuat dengan teknik atau proses batik untuk sandang tersebut, berupa kain penutup badan, hiasan rumah tangga, dan perlengkapan lain yang semuanya dimaksudkan untuk memperindah.


Batik dari Niya - Tiongkok
Seni pewarnaan kain dengan teknik pencegahan pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkoksemasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). DiAfrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke danWolof di Senegal. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia Iatau sekitar tahun 1920-an.
Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari Indiaatau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti TorajaFloresHalmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik.
G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri,Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu. Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita, arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. Detil pakaian menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang mirip dengan pola batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. Hal ini menunjukkan bahwa membuat pola batik yang rumit yang hanya dapat dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal.
Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa. Oleh beberapa penafsir, serasah itu ditafsirkan sebagai batik.
Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.
R.A Kartini dan Suami memakai rok batik
Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.

Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedangan Muslim melawan perekonomian Belanda.
Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.

Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur.

Jaman Majapahit Batik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, pat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojoketo adalah daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Majokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan pembatikan didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan Majapahit. Pada waktu itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari rawa-rawa dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang, dan tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit.

Diceritakan bahwa dalam aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahati, Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon dikabarkan disekitar desa yang sekarang bernama Kalangbret. Demikianlah maka petugas-petugas tentara dan keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal diwilayah Bonorowo atau yang sekarang bernama Tulungagung antara lain juga membawa kesenian membuat batik asli.


Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke Persekutuan Malaya juga membawa batik bersama mereka.

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.
Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.
Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakankain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti suterapoliesterrayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warnayang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.

Jenis Batik :

Menurut teknik

  • Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
  • Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
  • Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih.


Menurut asal pembuatan

Batik Jawa
batik Jawa adalah sebuah warisan kesenian budaya orang Indonesia, khususnya daerah Jawa yang dikuasai orang Jawa dari turun temurun. Batik Jawa mempunyai motif-motif yang berbeda-beda. Perbedaan motif ini biasa terjadi dikarnakan motif-motif itu mempunyai makna, maksudnya bukan hanya sebuah gambar akan tetapi mengandung makna yang mereka dapat dari leluhur mereka, yaitu penganut agama animisme, dinamisme atau Hindu dan Buddha. Batik jawa banyak berkembang di daerah Solo atau yang biasa disebut dengan batik Solo.


Di balik keindahan batik, ternyata banyak orang tak mengetahui bahwa hanya terdapat 2.500-an motif batik Nusantara yang baru terdaftar. Padahal, tentu masih banyak pola dan ragam batik tradisional dan modern lainnya yang belum terdaftar.

Menanggapi fenomena tersebut, Dewan Pembina Yayasan Batik Indonesia Doddy Soepardi dalam jumpa pers mengenai rencana pengumuman pengukuhan batik Indonesia dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia mengungkapkan, motif batik semakin berkembang dengan adanya hasil karya desainer yang terus bertambah jumlahnya.

"Hingga kini terdapat 2.500-an motif batik, dan itu yang baru terdaftar. Dengan berkembangnya produk desainer, motif, atau ragam batik juga akan berkembang terus," papar Doddy saat ditemui dalam jumpa pers Rencana Pengumuman Pengukuhan Batik Indonesia Dalam Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia Oleh UNESCO yang berlangsung di Gedung Departemen Kominfo, Rabu (30/9/2009).

Untuk mengukuhkan batik Nusantara sebagai warisan budaya bangsa, maka pemerintah pun ikut mengupayakan agar batik mudah mendapatkan hak paten atau lisensi. Dengan menunjuk Departemen Kebudayaan dan Pariwisata memperjuangkan batik untuk mendapat pengakuan internasional, khususnya dari UNESCO.

"Pemerintah akan mengembangkan pengakuan, membantu untuk memperkuat promosi. Dari sentra-sentra batik kita perkenalkan sehingga di setiap daerah memacu memunculkan keunikan-keunikan dalam kreasi batik. Selain itu, pemerintah akan membantu supaya batik mudah mendapat lisensi atau hak paten," ungkap Menteri Ad-Interim Kebudayaan dan Pariwisata Mohammad Nuh.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Surya Dharma juga ikut memaparkan, pengukuhan batik mengacu pada nilai sejarah budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.

"Batik Indonesia masuk dalam representatif budaya tak benda warisan manusia UNESCO karena melihat pada nilai-nilai historis, filosofis, aspek-aspek religius yang melatarbelakangi pembuatan batik. Penilaian tidak sekedar motif batik Indonesia saja yang memang diakui dunia. Jadi bukan dipatenkan melainkan pengakuan representatif budaya tak benda warisan manusia UNESCO," tandasnya.

Cukup tingginya kepedulian pemerintah dalam memperjuangkan batik Indonesia ini tidak terlepas dari esensi kultural dan historis batik Indonesia. Nilai budaya tak benda dari batik antara lain terkait dengan ritul pembuatan, ekspresi seni, simbolisme ragam hias, dan identitas budaya daerah.
Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga memopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.



Mega Mendung

Hampir di seluruh wilayah Jawa memiliki kekayaan budaya batik yang khas. tentu saja ada daerah-daerah yang lebih menonjol seperti Solo, Yogya, dan Pekalongan. tetapi kekayaan seni batik daerah Cirebon juga tidak kalah dibanding kota-kota lainnya.
Menurut sejarahnya, di daerah cirebon terdapat pelabuhan yang ramai disinggahi berbagai pendatang dari dalam maupun luar negri. Salah satu pendatang yang cukup berpengaruh adalah pendatang dari Cina yang membawa kepercayaan dan seni dari negerinya.
Dalam Sejarah diterangkan bahwa Sunan Gunung Jati yang mengembangkan ajaran Islam di daerah Cirebon menikah dengan seorang putri Cina Bernama Ong TIe. Istri beliau ini sangat menaruh perhatian pada bidang seni, khususnya keramik. Motif-motif pada keramik yang dibawa dari negeri cina ini akhirnya mempengaruhi motif-motif batik hingga terjadi perpaduan antara kebudayaan Cirebon-Cina.
Salah satu motif yang paling terkenal dari daerah Cirebon adalah batik Mega Mendung atau Awan-awanan. Pada motif ini dapat dilihat baik dalam bentuk maupun warnanya bergaya selera cina.
Motif mega mendung melambangkan pembawa hujan yang di nanti-natikan sebagai pembawa kesuburan, dan pemberi kehidupan. Motif ini didominasi dengan warna biru, mulai biru muda hingg biru tua. Warna biru tua menggambarkan awan gelap yang mengandung air hujan, pemberi penghidupan, sedangkan warna biru muda melambangkan semakin cerahnya kehidupan.

Setiap motif pada batik tradisional klasik selalu memiliki filosofi tersendiri. Pada motif Batik, Khususnya dari daerah jawa tengah, terutama Solo dan Yogya, setiap gambar memiliki makna. Hal ini ada hubungannya dengan arti atau makna filosofis dalam kebudayaan Hindu-Jawa. Pada motif tertentu ada yang dianggap sakral dan hanya dapat dipakai pada kesempatan atau peristiwa tertentu, diantaranya pada upacara perkawinan.



Motif Sido-Mukti biasanya dipakai oleh pengantin pria dan wanita pada acara perkawinan, dinamakan juga sebagai Sawitan(sepasang).
Sido berarti terus menerus atau menjadi dan mukti berarti hidup dalam berkecukupan dan kebahagiaan. jadi dapat disimpulkan motif ini melambangka harapan akan masa depan yang baik, penuh kebahagiaan unuk kedua mempelai.
Sido Mukti
Selain Sido Mukti terdapat pula motif Sido Asih yang maknanya hidup dalam kasih sayang.
Masih ada lagi motif Sido Mulyo yang berarti hidup dalam kemuliaan dan Sido Luhur yang berarti dalam hidup selalu berbudi luhur.
Ada pula motif yang bukan sawitan kembar, tetapi biasanya dipakai pasangan pengantin yaiu motif Ratu Ratih berpasangan dengan Semen Rama, yang melambangkan kesetiaan seorang istri kepada suaminya.
Sebenarnya masih banyak lagi motif yang biasa dipakai pasangan pengantin, semuanya diciptakan dengan melambangkan harapan, pesan, niat dan itikad baik kepada pasangan pengantin.
Pada Upacara Perkawinan Orang tua pengantin biasanya memakai motif truntum yang dapat pula berarti menuntun, yang maknanya menuntun kedua mempelai dalam memasuki liku-liku kehidupan baru yaitu berumah tangga.
Dikenal juga motif Sido Wirasat, wirasat berarti nasehat, dan pada motif ini selalu terdapat kombinasi motif truntum di dalamnya, yang melambangkan orangtua akan selalu memberi nasehat dan menuntun kedua mempelai dalam memasuki kehidupan berumahtangga.

Boleh dibilang motif truntum merupakan simbol dari cinta yang bersemi kembali. Menurut kisahnya, motif ini diciptakan oleh seorang Ratu Keraton Yogyakarta.

Truntum
Sang Ratu yang selama ini dicintai dan dimanja oleh Raja, merasa dilupakan oleh Raja yang telah mempunyai kekasih baru. Untuk mengisi waktu dan menghilangkan kesedihan, Ratu pun mulai membatik. Secara tidak sadar ratu membuat motif berbentukbintang-bintang di langit yang kelam, yang selama ini menemaninya dalam kesendirian. Ketekunan Ratu dalam membatik menarik perhatian Raja yang kemudian mulai mendekati Ratu untuk melihat pembatikannya. Sejak itu Raja selalu memantau perkembangan pembatikan Sang Ratu, sedikit demi sedikit kasih sayang Raja terhadap Ratu tumbuh kembali. Berkat motif ini cinta raja bersemi kembali atau tum-tum kembali, sehingga motif ini diberi nama Truntum, sebagai lambang cinta Raja yang bersemi kembali.
Motif – motif Jlamprang atau di Yogyakarta dengan nama Nitik adalah salah satu batik yang cukup popular diproduksi di daerah Krapyak Pekalongan. Batik ini merupakan pengembangan dari motif kain Potola dari India yang berbentuk geometris kadang berbentuk bintang atau mata angin dan menggunakan ranting yang ujungnya berbentuk segi empat. Batik Jlamprang ini diabadikan menjadi salah satu jalan di Pekalongan.

Kawung - Biasa dipakai raja dan keluarganya sebagai lambang keprkasaan dan keadilan


Tambal - ada kepercayaan bila orang sakit menggunakan kain ini sebagai selimut
sakitnya cepat sembuh, karena tambal artinya menambah semangat baru



Cuwiri - artinya kecil-kecil, diharapkan pemakainya terlihat pantas dan dihormati

Ciptoning - diharapkan pemakainya menjadi orang yang bijak, mampu memberi petunjuk jalan yang benar



Pamiluto - sebagai kain panjang saat pertunanangan




Parang Rusak Barong - Ksatria yang memakai batik ini bisa berlipat kekuatannya


Parang Kusumo - diharapkan pemakainya terlihat indah
Nitik Karawitan/ Jlamprang - Pemakainya orang bijaksana

Arak Beras (Sake - Japan Ver., Makgeolli - Korean Ver.)

Sekarang kan lagi demam Drama Korea (Drakor) tuh..dan di setiap judul Drakor pasti ada adegan yang mengharuskan aktor atau aktrisnya minum arak tradisional yang dibuat dari beras yang difermentasi, yang biasa disebut dengan Makgoeli (biasanya dikemas dalam botol kaca/botol plastik), nah selain di korea, arak beras juga ada di jepang yang dikenal dengan Sake (biasanya dikemas dalam gentong2 kecil/ botol kaca/ guci)..
Untuk lebih jelasnya apa sih Makgoeli dan Sake itu? qta pantau artikel di bawah ini..
Sake
Makgoelli

MAKGEOLLI
Makgeolli, juga dikenal sebagai Makkoli atau Makuly (takju) (dan disebut dalam bahasa Inggris sebagai "anggur beras Korea"), adalah sebuah minuman beralkohol asli Korea.  Minuman ini dibuat dari beras yang dikukus dan difermentasi. Warnanya putih keruh dan masih mengandung ampas beras karena minuman ini tidak disaring. Hal ini dibuat dengan memfermentasi campuran nasi, gandum dan air, dan alkohol sekitar 6-8% volume. Saat ini Makgeolli kebanyakan berisi beras, namun beberapa merek mengandung gandum bukan beras. Minuman ini pada awalnya populer di kalangan petani, dengan nama nongju, yang berarti "arak petani". Namun, baru-baru ini mulai menjadi lebih populer di kota-kota, terutama dengan generasi muda.



Menurut "Catatan Puitis Kaisar dan Raja-raja (Jewangun-gi)", yang ditulis selama Dinasti Goryeo, penyebutan pertama minuman itu dalam kisah pendiri Goguryeo selama pemerintahan Raja Dongmyeong. Banyak suku di Korea sekitar waktu itu menikmati tradisi minum dan menari sepanjang malam dalam upacara-upacara khusus. Selama Dinasti Goryeo, makgeolli disebut ihwa-ju (pir mekar alkohol) untuk minuman keras tersebut dibuat selama mekar dari bunga tertentu.


Makgeolli adalah minuman rakyat bagi orang Korea, dan sering dihidangkan dalam pesta-pesta. Sejak zaman dulu, minuman ini sering dibuat di rumah-rumah. Bahan bakunya dari beras,gandum, atau ubi jalar. Selain fermentasi dengan ragi yang menghasilkan alkohol, fermentasi juga dilakukan dengan bantuan Lactobacillus untuk menekan bakteri. Oleh karena itu, minuman ini memiliki rasa manis sekaligus sedikit asam serta memiliki hampir sepuluh jenis kandungan zat asam amino.

Makgeolli lebih merupakan produk musiman yang lebih banyak dijual selama musim dingin karena tidak tahan lama disimpan. Makgeolli paling umum tersedia dalam botol plastik atau wadah kotak aseptik.  Secara tradisional, disajikan dalam logam besar atau mangkuk kayu lalu dituangkan dalam cangkir-cangkir dan mangkuk yang diisi dengan menggunakan sendok. Karena merupakan minuman tanpa filter, makgeolli umumnya dikocok atau diaduk sebelum dikonsumsi, sebagai bagian putih berawan cenderung untuk menetap ke bawah, meninggalkan cairan kuning pucat-jelas di atasMakgeolli digunakan selama upacara leluhur di Korea.


Pada tahun 2011, pembuat sake Jepang mulai memproduksi produk makgeolli, berusaha untuk mempromosikan mereka di bawah nama 'makkori', pengucapan Jepang makgeolli. Hal ini mungkin menyebabkan masalah orang asing menganggap makgeolli sebagai minuman beralkohol tradisional Jepang dari Jepang, bukan sebagai minuman beralkohol tradisional Korea.



Untuk menyesuaikan selera konsumen, penelitian standardisasi untuk mengurangi rasa dan memastikan konsistensi antara batch telah diterapkan dalam produksi modern. Perasa seperti buah dan ginseng juga kadang-kadang ditambahkan, bersama dengan aspartam, yang memberikan rasa manis tanpa menambahkan karbohidrat yang difermentasi, meningkatkan umur simpan dan stabilitas rasa dalam merek komersial. Sebagai hasil dari upaya ini, penjualan meningkat.

Kementerian Pangan, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan mengumumkan rencana untuk meningkatkan daya saing minuman beralkohol pada 26 Agustus 2009, yang mencakup rencana [klarifikasi diperlukan] untuk industri makgeolli.



Pemenang kontes publik oleh Departemen Korea Pangan, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan untuk pemilihan nama bahasa Inggris untuk makgeolli adalah "Drunken Rice", dengan alasan bahwa Departemen asing akan mengerti bahwa makgeolli adalah jenis minuman keras yang dibuat dari beras. "Mackohol" dan "Markelixir" adalah runner-up, Namun demikian., Sebuah survei 11-negara yang diidentifikasi "Korea Anggur Beras" sebagai istilah yang paling mudah menyampaikan gagasan makgeolli


Bahan-bahan :

2kg beras

500g ragi
3 liter air putih

Cara membuat:Kukus 2 kilo beras lalu keringkanCampurkan ragi dengan nasi yang sudah setengah keringTempatkan di tempayan lalu tuangkan airTutupi tempayan dengan kain kasa lalu biarkan selama 7 sampai 10 hari.Rasanya cara membuat tidak sulit tapi jarang sekali ada orang yang membuatnya di rumah. Biasanya setiap minuman keras memiliki teman yang cocok ketika menikmatinya. Misalnya bir cocok dengan snek seperti kacang, cumi-cumi kering, Soju, minuman khas Korea, cocok dengan Jjigae sejenis sup tapi sedikit berkuah dan pedas. Akan tetapi makanan yang paling sesuai dengan Makgeoli adalah Buchimgae atau Jeon sejenis gorengan. Menurut orang yang suka minum, Makgeoli yang diminum dengan gorengan pada hari hujan paling enak.



SAKE

Sake (diucapkan "sɑ.kɛ" "SA-KE") adalah sebuah minuman beralkohol dariJepang yang berasal dari hasil fermentasi beras. Sering juga disebut dengan istilahanggur beras.
Penjabaran tertulis tentang proses pembuatan sake tercantum dalam buku pertama sekitar tahun 700 setelah Masehi.
Di Jepang, kata "sake" berarti "minuman beralkohol". Di beberapa wilayah regional dapat memiliki arti yang lain. Di Kyushu Selatan, sake berarti minuman yang disuling. Di Okinawa, sake merujuk ke shōchu yang terbuat dari tebu.
Sake memiliki aroma yang mirip dengan tape beras.

Sejak zaman dahulu, orang-orang telah membuat alkohol dan menikmatinya sebagai bagian dari budaya mereka. Dalam banyak bagian di dunia, alkohol mendapatkan tempat sebagai sesuatu yang dihargai dan telah diromantisasi menjadi sesuatu yang ideal. Orang-orang Jepang pastinya tidak terkecuali. Berabad-abad yang lalu, mereka mulai mencampurkan makanan utama mereka, beras, dengan air murni dan mikroorganisme koji untuk membuat Nihon-shu (Sake jepang), dengan mahir memanfaatkan kondisi alam dan lingkungan setempat untuk menciptakan sebuah minuman yang unik.

Lautan memisahkan kepulauan Jepang dari benua Asia, dan hal ini terbukti menguntungkan untuk pembuatan sake karena orang-orang di Negeri Matahari Terbit, yang terletak di sebelah timur dari sebagian besar benua Asia Timur, mengembangkan minuman spesial mereka sendiri. Pemisahannya secara geografis dilengkapi juga dengan pengasingan politik, ekonomi dan budaya selama berabad-abad, sampai modernisasi dimulai sekitar pertengahan tahun 1800-an. Sake adalah minuman beralkohol yang didesain untuk selera orang Jepang oleh para ahli yang bebas dari pengaruhnya budaya lainnya.


Sake sering dikonsumsi sebagai bagian dari ritual pemurnian Shinto. Selama Perang Dunia II, pilotkamikaze meminum sake sebelum menjalankan misi mereka.
Dalam sebuah upacara yang disebut kagami biraki, tong kayu sake dibuka dengan palu selama festival Shinto, pernikahan, pembukaan toko, olahraga dan kemenangan pemilu, dan perayaan lainnya. Sake ini, yang disebut zake-Iwai ( "sake perayaan"), diberikan secara gratis kepada semua orang untuk menyebarkan nasib baik.
Pada Tahun Baru banyak orang Jepang meminum sake khusus yang disebut toso. Toso adalah semacam Iwai-zake yang dibuat dengan merendam tososan, sebuah obat bubuk cina, selama semalam di dalam sake. Bahkan anak-anak ikut mendapat porsi. Di beberapa daerah, urutan meminum toso dimulai dari orang yang paling muda ke yang paling tua

Sake juga diproduksi di negara China dan Korea, tetapi hasil akhirnya sering berbeda. Perbedaan utamanya adalah pada pemanfaatan jenis kapang (koji) yang digunakan untuk memecahkan pati.

Koji Jepang terdiri dari kapang yang ditumbuhkan pada beras yang telah dikukus atau pada tepung terigu. Bila digunakan terigu, biasanya tidak dilakukan proses pengukusan. Pada kojiChina, kapang yang ditumbuhkan adalah Phycomycetes, sedangkan kapang yang digunakan pada pembuatan koji Jepang adalah Ascomycetes, seperti Aspergillus oryzae, Aspergillus awamori, Aspergillus sojae

Dikenal beberapa jenis sake yang digolongkan berdasarkan pernambahan alkoholaromaharga, kualitas, dan kompleksitas.
Tidak ditambah alkoholDitambah sedikit alkohol
Junmai Daiginjoshu.Daiginjoshu
Junmai GinjoshuGinjoshu
JunmaishuHonjozoshu
Ada pula Futsuushu yang merupakan sake biasa dan murah yang tidak dimasukkan ke dalam penggolongan sake. Produksi jenis sake ini telah mencapai 80% dari total produksi sake. Akhiran -shu disini artinya sake. Terkadang nama jenis-jenis sake tersebut disebut tanpa akhiran -shu


Sake Jepang diproduksi melalui tiga tahap fermentasi yang melibatkan koji dari beras yang telah ditumbuhi cendawan, yaitu suatu adonanbibit awal dilanjutkan proses sterilisasi pada suhu rendah. Penggunaan jenis bibit awal tersebut sangat penting karena dapat memberikan kesempatan terjadinya fermentasi secara serentak, baik dalam masa Moromi atau masa utama. Ketiga tahap tersebut adalah:
  • Pembuatan Koji
  • Pembuatan Massa Moto
  • Pembuatan Masa Moromi
Pembuatan Sake
Pembuatan Makgeolli